Minggu, 22 Mei 2011

Etika Keperawatan LANSIA

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Semua orang akan mengalami proses menjadi tua, dan masa tua merupakan masa hidup manusia yang terakhir, dimana pada masa ini seseorang mengalami kemunduran fisik, mental dan sosial sedikit demi sedikit sehingga tidak dapat melakukan tugasnya sehari-hari lagi. Proses menjadi tua menggambarkan betapa proses tersebut dapat diinteferensi sehingga dapat mencapai hasil yang sangat optimal. Secara umum orang lanjut usia dalam meniti kehidupannya dapat dikategorikan dalam dua macam sikap. Pertama, masa tua akan diterima dengan wajar melalui kesadaran yang mendalam, sedangkan yang kedua, manusia usia lanjut dalam menyikapi hidupnya cenderung menolak datangnya masa tua, kelompok ini tidak mau menerima realitas yang ada (Hurlock, 1996 : 439).
B. Tujuan
a. Mendefinisikan pengertian lansia.
b. Menjelaskan bagaimana ciri-ciri lansia
c. Menjelaskan bagaimana perkembangan lansia
d. Mendefinisikan hak-hak individu lansia
e. Menyebutkan macam problem lansia.
C. Rumusan Masalah
a. Apa pengertian lansia?
b. Bagaimana Ciri-ciri lansia?
c. Bagaimana Perkembangan Lansia?
d. Apa Hak-hak individu Lansia?
e. Apa saja macam problem lansia?




BAB II
PEMBAHASAN

A. Apa Itu Lansia (Lanjut Usia)
Lanjut usia merupakan istilah tahap akhir dari proses penuaan. Menurut Bernice Neugarten (1968) James C. Chalhoun (1995) masa tua adalah suatu masa dimana orang dapat merasa puas dengan keberhasilannya.
Badan kesehatan dunia (WHO) menetapkan 65 tahun sebagai usia yang menunjukkan proses penuaan yang berlangsung secara nyata dan seseorang telah disebut lanjut usia. Lansia banyak menghadapi berbagai masalah kesehatan yang perlu penanganan segera dan terintegrasi. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menggolongkan lanjut usia menjadi 4 yaitu : usia pertengahan (middle age) 45 -59 tahun, Lanjut usia (elderly) 60 -74 tahun, lanjut usia tua (old) 75 – 90 tahun dan usia sangat tua (very old) diatas 90 tahun.
Sedangkan menurut Prayitno dalam Aryo (2002) mengatakan bahwa setiap orang yang berhubungan dengan lanjut usia adalah orang yang berusia 56 tahun ke atas, tidak mempunyai penghasilan dan tidak berdaya mencari nafkah untuk keperluan pokok bagi kehidupannyasehari-hari.
Saparinah (1983) berpendapat bahwa pada usia 55 sampai 65 tahun merupakan kelompok umur yang mencapai tahap penisium, pada tahap ini akan mengalami berbagai penurunan daya tahan tubuh atau kesehatan dan berbagai tekanan psikologis. Dengan demikian akan timbul perubahan-perubahan dalam hidupnya.
Dari berbagai penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa lanjut usia merupakan periode di mana seorang individu telah mencapai kemasakan dalam proses kehidupan, serta telah menunjukan kemunduran fungsi organ tubuh sejalan dengan waktu, tahapan ini dapat mulai dari usia 55 tahun sampai meninggal.
Tetapi bagi orang lain, periode ini adalah permulaan kemunduran. Usia tua dipandang sebagai masa kemunduran, masa kelemahan manusiawi dan sosial sangat tersebar luas dewasa ini. Pandangan ini tidak memperhitungkan bahwa kelompok lanjut usia bukanlah kelompok orang yang homogen . Usia tua dialami dengan cara yang berbeda-beda.

B. Ciri-ciri Lansia
Menurut Hurlock (Hurlock, 1980, h.380) terdapat beberapa ciri-ciri orang lanjut usia,yaitu:
Usia lanjut merupakan periode kemunduran.
Kemunduran pada lansia sebagian datang dari faktor fisik dan faktor psikologis. Kemunduran dapat berdampak pada psikologis lansia. Motivasi memiliki peran yang penting dalam kemunduran pada lansia. Kemunduran pada lansia semakin cepat apabila memiliki motivasi yang rendah, sebaliknya jika memiliki motivasi yang kuat maka kemunduran itu akan lama terjadi.
Orang lanjut usia memiliki status kelompok minoritas.
Lansia memiliki status kelompok minoritas karena sebagai akibat dari sikap sosial yang tidak menyenangkan terhadap orang lanjut usia dan diperkuat oleh pendapat-pendapat klise yang jelek terhadap lansia. Pendapat-pendapat klise itu seperti : lansia lebih senang mempertahankan pendapatnya daripada mendengarkan pendapat orang lain.Menua membutuhkan perubahan peran. Perubahan peran tersebut dilakukan karena lansia mulai mengalami kemunduran dalam segala hal. Perubahan peran pada lansia sebaiknya dilakukan atas dasar keinginan sendiri bukan atas dasar tekanan dari lingkungan.
Penyesuaian yang buruk pada lansia.
Perlakuan yang buruk terhadap orang lanjut usia membuat lansia cenderung mengembangkan konsep diri yang buruk. Lansia lebih memperlihatkan bentuk perilaku yang buruk. Karena perlakuan yang buruk itu membuat penyesuaian diri lansia menjadi buruk.

C. Perkembangan Lansia
Usia lanjut merupakan usia yang mendekati akhir siklus kehidupan manusia di dunia. Usia tahap ini dimulai dari 60 tahunan sampai akhir kehidupan. Usia lanjut merupakan istilah tahap akhir dari proses penuaan. Semua orang akan mengalami proses menjadi tua, dan masa tua merupakan masa hidup manusia yang terakhir, dimana pada masa ini seseorang mengalami kemunduran fisik, mental dan sosial sedikit demi sedikit sehingga tidak dapat melakukan tugasnya sehari-hari lagi. Untuk menjelaskan penurunan pada tahap ini, teradapat berbagai perbedaan teori, namun para pada umumnya sepakat bahwa proses ini lebih banyak ditemukan oleh faktor gen. Penelitian telah menemukan bahwa tingkat sel, umur sel manusia ditentukan oleh DNA yang disebut telomere, yang beralokasi pada ujung kromosom. Ketentuan dan kematian sel terpicu ketika telomere berkurang ukuranya pada ujung kritis tertentu.

D. Hak-Hak Individu Lansia
Termasuk kelompok lansia adalah orang yang berusia lebih dari 65 tahun. Seseorang yang ayng berusia lebih dari 65 tahun, pada umumnya tidak dapat melanjutkan kegiatan dan minatnnya sebagai mana mestinya karena terjadinya perubahan-perubahan fsiologis. Hal ini dapat mengakibatkan lansia menyadari kehilanganya kemampuannya, merasa makin tergantung pada orang lain, sulit menerima kenyataan; namun, adajuga lansia yang sudah jauh-jauh hari sebelumnya mempersiapkan dirinya secara mental dengan menekuni hobi sehingga masalah yang mungkin terjadi sudah dapat di antisipasi
Kemunduran yang terjadi pada lansia dapat terlihat pada :
1. Fungsi panca indra yang menurun
2. Keterampilan motorik berkurang
3. Keterampilan koordinasi motorik (refleks) berkurang
4. Kemampuan intelektual yang sebenarnya mungkin dapat dipertahankan lebih lama.
Karena proses kemunduran tersebut, sebagian besar lansia mengalami perubahan-perubahan kepribadian, seperti:
1. Kurang sabar dalam menghadapi sesuatu;
2. Cepat marah atau tersinggung
3. Keras kepala dalam mempertahankan kemauannya;
4. Tidak mau mengikuti apa yang harus dilkukannya, walaupun demi kepentingan dirinya sendiri;
5. Tetap merasa tidak tergatung secara mental kepada orang lain;
6. Mudah teringgung dan sedih apabila dianggap menjadi beban orang lain, misalnya pada muda dulu, ia merupakan orang penting dan mempunyai wewenang dan tanggung jawab yang besar.
7. Merasa kesepian dan terkadang menderita gangguan mental.
Hal ini terlihat ketika ia tidak mau berbicara dan tidak kooperatif.
Berdasarkan hal-hal di atas, perawat perlu mengetahui hak-hak mereka, yaitu sebagai berikut:
1. Hak untuk diperlakukan sebagai manusia yang mempunyai harga diri dan martabat.
2. Hak menikmati kehidupan pada masa tua, tanpa tekanan.
3. Hak mendapat perlindungan dari keluarga dan instansi yang berwenang.
4. Hak mendapatkan perawatan dan pengobatan yang optimal.
5. Hak untuk tinggal di lingkungan keluarga atau panti, bila ia menginginkannya
6. Hak memperoleh pendidikan yang dibutuhkan untuk menghabiskan sisahidupnya misalnya pendidikan agama dan sebagainya
7. Hak berkreasi dan mengatur hobinya, bila diingininkan.
8. Hak untuk dihargai dan menghargai dirinya dan orang lain.
9. Hak menerima kasih sayang dari anak, keluarga, dan masyarakat.
E. Berbagai Macam Problem Lansia
1. Pikun
Kepikunan merupakan gangguan pada sel otak karena usia lanjut. Datangnya penyakit ini memang sulit dihindari. Bila sudah diderita, tidak bisa disembuhkan kembali. Tetapi kepikunan yang disebabkan gangguan pembuluh darah, seperti tekanan darah tinggi, jantung dan penyakit gula, bisa dihindari asalkan penyakit-penyakit ini dicegah sejak dini. Karena itu, pencegahan kepikunan sebaiknya dimulai dari meghindari penyakit gangguan pembuluh darah seperti penyakit jantung koroner, tekanan darah tinggi dan kencing manis.
Gangguan pembuluh darah bisa menyebabkan pemasokan darah ke otak berkurang. Hal ini bisa mempengaruhi mekanisme kerja sel otak. Padahal sel-sel saraf di otak sangat sensitive terhadap segala bentuk perubahan.
Penyumbatan pembuluh darah, kekurangan oksigen dan kekurangan zat gula bisa mempengaruhi bahkan mematikan sel otak.
TBC, epilepsy, gangguan saat persalinan juga bisa menyebabkan gangguan pada sel otak bayi. Gangguan ini bisa terus berlanjut dan pada saatnya menimbulkaan kepikunan jika yang bersangkutan sudah lanjut usia.Kebiasaan hidup seperti minum miras, pecandu morfin, juga dapat menimbulkan kepikunan.Karena itu, jika ingin menghindari kepikunan, maka mulailah dengan cara hidup yang sehat.
2. Proses menua terhadap pembuluh darah
Proses menua terjadi pada seluruh sel bahkan organ tubuh dan pembuluh darah. Pembuluh darah bertugas untuk mengantarkan darah dari jantung ke sleuruh tubuh, karena darah mengandung zat makanan, oksigen dan zat penting lainnya yang mengalir ke bagian tubuh yang memerlukannya. Pembuluh darah yang sangat halus merupakan tempat terjadinya pengaliran zat makanan ke jaringan tubuh serta berperan seperti pengatur tekanan darah.
Jika pembuluh darah dekat dengan jantung, maka peregangannya akan membesar akibat dari lapisan elastis yang ada pada pembuluh darah. Dengan bertambahnya usia, jaringan elastis ini akan makin berkurang.
Pembuluh darah akan mengalami perubahan jika terbentuk endapan lemak yang mengakibatkan permukaan pembuluh darah tidak mulus lagi dan akan menghambat aliran darah. Jika endapan lemak besar, maka akan terjadi peyempitan, akibatnya penyaluran makanan pada jaringan akan berkurang dan tekanan darah akan naik.
Proses menua akan berjalan lambat dengan disertai adanya gejala ketuaan, berupa rambut rontok, gigi tanggal, kulit keriput, dan daya adaptasi serta kelenturan akan semakin berkurang.
Perubahan yang terjadi pada pembuluh darah akan menyebabkan gangguan organ maupun naiknya tekanan darah. Perubahan tersebut akan dipercepat jika ada perubahan genetic (turunan)/pengaruh dari makanan, obat-obatan atau penyakit infeksi.
Proses menua ditandai dengan adanya kemunduran kemampuan motorik seperti melambatnya gerakan dan berkurangnya kekuatan tubuh yang mengakibatkan lambatnya gerakan fisik, berkurangnya kekuatan otot, berkurangnya kecepatan refleks, dan berkurangnya keseimbangan gerakan anggota bawah tubuh yang dapat menyebabkan seseorang mudah terjatuh.
3. Kemunduran fungsi saraf
Proses menua dialami sejak usia 30 dan di atas 60 tahun yang mulai menunjukkan masalah seperti gangguan fisik. Gejala tersebut dipengaruhi oleh factor-faktor tertentu, antara lain:
1. Faktor gizi
Masalah gizi bisa timbul karena gangguan pencernaan ketika masa pertumbuhan maupun masa tua. Gangguan tersebut sering terjadi sehubungan dengan masalah gizi yakni ketatnya seseorang dalam berdiet.
2. Faktor lingkungan
Akibat pengaruh dari keluarga, pekerjaan dan pergaulan dapat menekan pikiran seseorang dan berakibat terjadinya stress. Jika berlangsung dalam jangka lama, maka akan berakibat pada proses menua seseorang.
3. Faktor gen
Rambut beruban, gigi rontok, kelemahan tubuh dapat dialami seseorang pada usia muda akibat pengaruh dalam tubuh seseorang. Namun umumnya, gejala tresebut akan nampak pada usia 65 tahun.
Jika seseorang mengalami proses menua, maka kemampuan reaksinya terhadap rangsangan sensorik akan lambat, system refleks akan memanjang sehingga terjadi getaran-getaran pada tangan, kesulitan dalam melakukan gerakan sehingga mudah terjatuh, kesulitan dalam pengucapan kata-kata juga tidak jelas lagi, serta daya ingatnya terhadap kata-kata akan berkurang. Hal tersebut diakibatkan karena berkurangnya cairan otak dan jaringan otak.
Proses menua juga akan mempengaruhi susunan saraf otonom. Orang akan semakin sering buang air kecil terutama pada malam hari, kemampuan intelektual juga menurun serta akan kesulitan mempelajari sesuatu yang baru, namun pemahaman akan kosakata masih baik.
Jika daya ingat seseorang menurun, terutama mengenai hal-hal yang baru saja terjadi, maka selanjutnya mereka akan kesulitan untuk membedakan siang dan malam. Proses selanjutnya, mereka akan kesulitan mengetahui keberadaannya, bahkan pada akhirnya mereka tidak mengenal orang yang diajaknya bicara.
4. Penyakit yang timbul
Jika seseorang semakin tua, maka akan terjadi kemungkinan dengan bertambahnya penyakit seperti tekanan darah tinggi, rematik, kelumpuhan,diabetes mellitus, kanker, osteoporosis, katarak dan hipertrofi prostate.
Secara umum, ada beberapa penyakit yang timbul pada lansia, misalnya saja otot jantung menebal serta katub-katubnya akan menebal. Jika sebelumnya pernah mengalami kelainan jantung, maka keadaannya akan lebih parah. Pembuluh darah akan mengalami penyempitan, sehingga menyebabkan tekanan darah menjadi tinggi. System endoktrin yang mengalami kelemahan juga akan menyebabkan penyakit gula dan penurunan organ seks pada pria. Gerakan dalam usus akan melambat dan cairan lambung untuk memproses makanan akan berkurang sehingga penyerapan akan menurun. Metabolisme pada makanan juga akan terganggu, sehingga tubuh lemah dan ,mudah terserang penyakit. Daya ingat seseorang juga akan mengalami penurunan, pendengaran, pengelihatan, alat kecap serta penciuman juga akan mengalami perubahan.
Banyak problem yang dapat timbul jika seseorang beranjak pada usia lansia. Sebaiknya kita berusaha menjaga tubuh agar kita tetap dalam kondisi yang sehat, yakni dengan berusaha menjaga pola makan yang baik dan bergizi. Ada beberapa tips untuk menjaga agar tubuh kita tetap sehat, antara lain :
1) Jika memilih makanan, pilihlah makanan yang tidak terlalu keras dan tidak terlalu merangsang, baik rasa asamnya, manisnya ataupun pedasnya. Hal ini terutama bagi yang memiliki penyakit tertentu.
2) Perbanyaklah mengkonsumsi makanan yang yang mengandung gizi yang cukup seperti :
a) Vitamin A yang berguna untuk memelihara pengelihaatan yang terdapat dalam hati, ikan, telur mentega dan wortel.
b) Vitamin C untuk memelihara kesehatan mulut terdapat pada sayuran dan buah-buahan.
c) Fe yang bermanfaat membentuk hemoglobin darah, Ca dan P untuk pembentukan dan pemeliharaan kesehatan tulang dan gigi terdapat antara lain pada sayuran hijau (daun pepaya, daun singkong, kankung), susu sapi maupun susu yang tidak berlemak.
d) Vitamin B12 berguna untuk membantu pembentukan butir-butir darah merah terdapat dalam hati, ikan, susu dan telur.
e) Dianjurkan agar makan lebih sering dengan porsi yang lebih sedikit, perbanyaklah minum dan kurangi konsumsi yang mengandung garam. Agar kerja ginjal lebih ringan, maka perbanyaklah minum agar dapat memperlancar pengeluaran sisa-sisa makanan. Sedang garam yang terlalu banyak dikonsumsi, dikhawatirkan bisa menyebabkan hipertensi/tekanan darah tinggi.
f) Menu makanan sebaiknya diperbanyak proteinnya, tetapi dikurangi karbohidrat dan lemaknya. Protein disini berguna untuk membangun sel-sel tubuh yang rusak. Protein ini terdapat pada susu, telur, keju, daging dan ikan.
Selain cara di atas, maka ada cara alami yang dapat dilakukan yaitu dengan cara pemijatan. Hal ini diyakini dapat mengatasi keluhan yang terjadi pada lansia serta dapat menjaga agar tubuh tetap sehat. Titik-titik yang dipijat antara lain :

1. Titik-titik yang lazim digunakan untuk memperkuat daya tubuh lansia adalah :
a. Untuk Wanita : Limpa 6 (terletak 4 jari dari mata kaki bagian dalam)
b. Untuk Pria : Ren 4 (terletak 4 jari dibawah pusar)
(Semua titik dipijat dan di moxa)
2. Terhadap lansia yang mengeluh karena merasa tubuhnya kurang sehat, tidak semangat, kulit kering dan berkerut, daya seks menurun, rambut rontok. Pijat titik-titik sbb :
a. Jantung 3 : pada lengan bagian dalam diujung lipatan siku
b. Hati 3 : 1 ibu jari tangan diantara ibu jari kaki dan jari telunjuk kaki
c. Kandung Kemih 57 : ditengah-tengah betis bagian belakang
d. Kndg Empdu 34 : dalam sebuah lekukan dibawah pertemuan pangkal tulang kering dan tulang betis
e. Paru 5 : pada lipat siku sebelah luar, antara batas hitam putih
f. Usus Besar 4 : letaknya bila jari tangan dirapatkan ada gundukan bukit dekat ibu jari
(Semua titik dipijat dan di moxa)
3. Jika seluruh tubuh lemah, tak ada kekuatan, kaki dingin letih dan tak ada kekuatan :
- DU 14 : di bagian tengkuk leher belakang
- Lambung 36 : 4 jari dari tempurung lutut
(Semua titik dipijat dan di moxa)



BAB III
PENUTUP


C. Simpulan
1. Lanjut usia merupakan istilah tahap akhir dari proses penuaan. Menurut Bernice Neugarten (1968) James C. Chalhoun (1995) masa tua adalah suatu masa dimana orang dapat merasa puas dengan keberhasilannya.
2. Ciri-ciri Lansia
a. Usia lanjut merupakan periode kemunduran.
b. Orang lanjut usia memiliki status kelompok minoritas.
c. Penyesuaian yang buruk pada lansia.
3. Perkembangan Lansia
Usia tahap ini dimulai dari 60 tahunan sampai akhir kehidupan, dimana pada masa ini seseorang mengalami kemunduran fisik, mental dan social. Penelitian telah menemukan bahwa tingkat sel, umur sel manusia ditentukan oleh DNA yang disebut telomere, yang beralokasi pada ujung kromosom. Ketentuan dan kematian sel terpicu ketika telomere berkurang ukuranya pada ujung kritis tertentu.
4. Hak-Hak Individu Lansia
a. Hak untuk diperlakukan sebagai manusia yang mempunyai harga diri dan martabat.
b. Hak menikmati kehidupan pada masa tua, tanpa tekanan.
c. Hak mendapat perlindungan dari keluarga dan instansi yang berwenang.
d. Hak mendapatkan perawatan dan pengobatan yang optimal.
e. Hak untuk tinggal di lingkungan keluarga atau panti, bila ia menginginkannya
f. Hak memperoleh pendidikan yang dibutuhkan untuk menghabiskan sisahidupnya misalnya pendidikan agama dan sebagainya
g. Hak berkreasi dan mengatur hobinya, bila diingininkan.
h. Hak untuk dihargai dan menghargai dirinya dan orang lain.
i. Hak menerima kasih sayang dari anak, keluarga, dan masyarakat.
5. Problem Lansia
a. Pikun
b. Proses menua terhadap pembuluh darah
c. Penyakit yang timbul
d. Kemunduran fungsi saraf
D. Saran
Lanjut usia adalah masa dimana manusia mengalami kemunduran fisik mental dan social. Karna itu harus menghargai dan menghormati mereka karena mereka butuh perhatian lebih, karena kita juga akan menghadapi masa itu, untuk menghadapi masa itu kita butuh persiapan untuk menjalaninya, tanpa persiapan kebosanan yang akan kita dapat. Jadi persiapkan lah masa tua kita sebaik mungkin.

0 komentar:

Poskan Komentar